Kamis, 19 November 2015

Sahabat


Salah satu nikmat terbesar yang di Anugrahkan oleh Alloh swt adalah kita sebagai manusia diberikan insting untuk bersosialisasi dengan sesaamanya. Dan hasil dari itu semua adalah terciptanya persahabatan antara individu yang menjalin satu ikatan kebersamaan. Dan dari pada itu semua persahabatan memiliki efek kepada kehidupan kita dan pada pola fikir kita sebagai manusia dalam memandang masa depan.
Ini semua efek dari adanya jalinan persahabatan yang merupakan kebutuhan setiap manusia sebagai makhluk sosial.
Tanpa diragukan lagi, hal-hal terpenting yang membentuk pribadi seseorang setelah kehendak dan kemauannya sendiri adalah persahabatan dan pergaulan dengan sesama. Karena disadari ataupun tidak semua itu memiliki dampak pada pribadi seseorang seperti pola pikir, prilaku dan pandangan hidup diperoleh dari apa yang ia ambil dari sahabatnya. Disamping itu, sahabat bisa membawamu pada keridoan ataupun kemurkaan Tuhan.
Islam memandang persahabatan sebagai nilai agung dan menentukan dalam nasib dan kehidupan seseorang. Oleh karena itu Nabi Muhammad dan par Imam Maksum senantiasa menekankan bagi setiap pecintanya untuk mencari dan mendapatkan sahabat yang akan senantiasa menyertainya dalam menjalani seluruh kehidupan dan ujian-ujian didalamnya dan menyelamatkan kehidupan akhiratnya. Dan dalam hal ini memilih sahabat seperti itu harus memiliki perimbangan2 tertentu dan kita harus teliti dalam memilih sahabat jangan sampai hal itu merugikan kehidupan dunia dan Akhirat kita. Imam Ali berkata : Orang menjalin persahabatan setelah teliti dalam memilih sahabat, maka persahabatannya akan langgeng dan kokoh.
Hadis ini menjelaskan pada kita pentingnya teliti dalam memilih sahabat sehingga persabatan bukan hanya sekedar pelengkap kehidupan kita sebagai makhluk social, tapi memberikan kontribusi untuk kebaikan hidup kita.
Namun bagaimana islam memandang seseorang itu merupakan orang yang pantas untuk kita jadikan sahabat atau tidak? Sahabat seperti apa yang Nabi dan Maksumin menganjurkan kita untuk bersahabat dengannya? Apakah setiap orang yang kita jumpai bias kita jadikan sahabat atau kita harus bersahabat dengan orang-orang tertentu saja sesuai dengan Nasihat Islam yang menggambarkan Sahabat itu seperti apa?
Menurut Islam, kriteria terpenting kematangan seseorang dalam bernalar sehingga dapat mengambil sikap yang bijak dan logis dalam semua hal. Dan dia harus menjadi penasehat bagi orang lain yang menunjukan kesalahan sahabatnya bukan hanya memujinya dalam segala hal dalam rangka menarik simpatinya. Banyak hadis yang menyatakan bahwa kita harus memilih sahabat yang bijak dan berakal sehingga kita senantiasa bersama orang-orang yang berakal dan itu merupakan jalan keselamatan bagi kita. Slah satu hadits dari Imam Ali menggambarkan hal ini , beliau Berkata : Bersahabat dengan orang Arif dan bijak akan menghidupkan jiwa dan Ruh.
Hal yang lain yang harus kita jadikan kriteria sebagai seorang sahabat adalah apa yang datang nasihat-nasihat para Nabi dan yang terdapat dalam Quran yang mengisyarahkan tentang ciri sahabat yang baik yang harus kita pilih. Diantaranya :
·         Iman
Iman merupakan pondasi persahabatan yang paling kuat yang bisa menjadikan wasilah untuk mempererat hubungan hamba dengan Tuhannya. Iman disini adalah keyakinan terhadap pondasi agama seperti keesaan Tuhan, Nabi dan Hari Kiamat. Di dalam al-Quran di isyaratkan untuk tidak berteman selain dengan orang-orang mukmin dan jika tidak maka kita akan terlepas dari pertolongan Tuhan. ‘QS. Ali Imran : 28’

·         Memberikan rasa hormat terhadap yang berbeda keyakinan (Toleran)

·         Jujur
Kejujuran merupakan modal untuk mempererat tali persahabatan yang dengannya akan tercipta rasa saling percaya satu sama lain.
·         Bukan orang munafik
Mereka adalah orang-orang yang akan membahayakan aqidah kita dan agama kita, karena kemunafikan seseorang bersumber dari keingkarannya terhadap apa yang kita yakini dan dia akan menjadi agen musuh agama kita. ‘al-Baqarah : 14’
·         Berakhlaq mulia

Mereka inilah yang akan selalu mengingatkan kita kepada akhirat, dengan melihatnya akan menstimulasi diri kita untuk lebih mencintai agama kita. Mereka akan selalu mengingatkan akan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan, bukan membenarkan setiap apa yang kita lakukan meskipun itu salah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar