ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠّﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﯿﻪ ﻭﺁﻟﻪ : < ﻓﺎﻃِﻤَﺔ ﺑَﻀْﻌَﺔٌ ﻣِﻨّﯽ ﻭَﻫِﯽَ ﻗَﻠْﺒِﯽْ ﻭَﻫِﯽَ ﺭﻭُﺣِﯽ ﺍﻟﺘﯽ ﺑَﯿْﻦَ ﺟَﻨْﺒِﯽّ >
Rasulullah bersabda : "Fathimah adalah bagian dariku, dia adalah hatiku, ruhku yang ada dalam diriku." (al Hadits) Kita mengetahui bahwa Fathimah as adalah Pemimpinwanita seluruh alam dan sangat banyak hadits Nabi saw yang memuji dan menyanjungnya dan menujukan kasih sayang yang besar kepadanya dan para sahabat menjadi saksi bagaimana besarnya cinta Nabi saw untuk Az Zahra, bukan semata kasih sayang ayah terhadap anak yang Nabi tunjukkan. Namun dibalik itu Nabi ingin mengenalkan kepada kita tentang keagungan, kemuliaan dan kesempurnaan beliau dari segala aspek baik keilmuan, ibadah, kemantapan aqidah dan peranannya dalam membantu Nabi menyebarkan Islam.
Namun bagi manusia biasa seperti kita, mustahil untuk memahami kehidupan beliau seluruhnya. Bagaimana di usia muda beliau memiliki keilmuan yang membuat kagum umat pada zamannya? Serta bagaimana dengan umur sesingkat itu Fathimah mampu mencapai maqam derajat yang keridoannya merupakan inti dari keridoan Allah dan Rasul, begitu pun dengan kemurkaannya yang merupakan kemurkaan Allah dan Rasul?
Sungguh Fathimah as merupakan sebuah simbol kesempurnaan Risalah Nabi, Allah menganugerahkan dalam wujud suci ini kemuliaan yang tidak diberikan kepada selainnya dan menjadikannya wanita termulia dari awal sampai akhir penciptaan. dibalik semua keagungan yang ada, terdapat sisi kehidupan sempurna beliau yang di cederai oleh sekelompok pecinta dunia yang mengaku Umat Nabi saw. Aisyah ra. menceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda pada Fatimah Az Zahra as : "Wahai Fathimah! Sesungguhnya Jibril as datang dan memberi kabar padaku bahwa. Kamu tidak akan melihat ada wanita yang memiliki musibah lebih berat dirimu, jadi jangan biarkan kesabaranmu berkurang karenanya."
Seperti yang disabdakan Rasul, Fathimah menjalani hidupnya dengan penuh kesulitan selaras dan seiring dengan pembelaanya terhadap sang ayah dan Risalah yang dibawanya. Dan setelah kematian ayahandanya, kesedihannya pun bertambah berat sehingga beliau tidak pernah terlihat tertawa setelah
itu. Baitul Ahzan (rumah kesedihan) adalah tempat beliau mencurahkan kesedihnnya kepad Allah dan
Rasul Nya dan mengadukan perilaku sebagian umat yang sudah berani menampakkan penyimpangannya terhadap hukum-hukum Allah setelah peninggalan Ayahnya. Namun dalam kondisi tersulit sekalipun sinar kemuliaannya tidak pernah redup, beliau tetap mampu menunjukkan keilmuan yang tinggi, keyakinan yang kuat dan kefasihannya dalam menyampaikan pesan-pesan Illahi yang ia warisi dari ayahandanya...
Kita lihat dari khutbah Fadakiyah, khutbah yang penuh kandungan dan pesan aqidah. Dikatakan bahwa khutbah ini memiliki dimensi yang mencakup hakikat Ushuluddin yang terangkum didalamnya.
Sangat sulit untuk memahaminya untuk para pemikir sekalipun, bagaimana seorang wanita dengan keadaan seperti namun mampu menyampaikan pesan2 yg begitu mendalam dengan istidlal yang kuat.
Cahaya keagungan Az Zahra tidak akan pernah lenyap di hati para pecinta kebenaran, meskipun musuh berusaha memadamkannya. Kecintaan terhadapnya adalah sebagai upah Risalah yang harus kita bayar .
Allah swt berfirman :
ﻗُﻞ ﻟﱠﱠﺂﺃَﺳَﻠُﻜُﻢْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺃَﺟْﺮًﺍ ﺇِﻟﱠﱠﺎ ﺍﻟْﻤَﻮَﺩﱠﱠﺓَ ﻓِﻰ ﺍﻟْﻘُﺮْﺑَﻰ .
" Katakanlah (Hai Muhammad) : Sesungguhnya aku tidak meminta upah dari kalian kecuali kecintaan pada al Qurba."
Dialah Az Zahra, yang dijuluki Ummu Abiha (Ibu dari ayahnya) karena perjuangan dan pengorbanannya dalam membantu Nabi menyebarkan Risalah Islam. Fatimah adalah ibu dari keturunan manusia2 terbaik dan paling paripurna dari Itrah Nubuwah, kalurga Nabi yang Allah telah mensucikan mereka sesuci-sucinya.
Dan Mawaddah terhadap Fathimah as adalah dengan memuliakan dan mengagungkan pribadi beliau, serta menghidupkan ingatan-ingatan tentang sejarah kehidupannya dari berbagai dimensi dan musibah-musibah yang menimpanya sehingga kita bisa mengambil ibrah dan pelajaran dari Pribadi agung ini.
Salam atasmu wahai Putri Rasulullah saw
Tidak ada komentar:
Posting Komentar