Sabtu, 14 Maret 2015

Seorang Mukmin dan Ahli Kitab


Zaman dulu, kota Kufah merupakan pusat Hukumat/Pemerintahan Islam . seluruh wilayah yang ada di Negara Besar Islam tersebut kecuali bagian Syam berpusat pada kota tersebut…
Suatu hari Diluar kota ini dua orang dimana yang satu adalah seorang muslim dan yang lainnya merupakan Ahli Kitab bertemu di tengah masing-masing perjalanan mereka.
Mereka pun saling menanyakan tujuan masing-masing dimana orang Muslim sedang menuju kota Kufah dan seseorang dari Ahli Kitab menuju ke tempat di sekitar daerah itu. Keduanya pun sepakat untuk berjalan bersama ketika mengetahui mereka berdua memiliki jalan yang sama meskipun tujuannya berbeda dan ditengah perjalanan bersama mereka bisa berdiskusi dan saling mengenal.
Dijalan tersebut dengan adanya obrolan dan kedekatan satu sama lain maka tidak terasa sampailah mereka di jalan yang akan mengantarkan kepada tujuan mereka masing-masing yang artinya diperbatasan jalan itu mereka harus berpisah. Tapi Ahli Kitab merasa terkejut ketika mengetahui bahwa orang Muslim itu tidak bergegas ke jalan tujuannya tapi mengantarkan dia sampai ketujuannya.
Ahli Kitab bertanya : “Bukankah Anda sudah mengatakan bahwa Anda mau pergi ke Kota Kufah?
Muslim menjawab : “Iya tadi saya berkata seperti itu.”
Ahli Kitab bertanya lagi : ”lalu kenapa Anda tidak pergi ke jalan yang satunya lagi dan datang kesini yang merupakan jalan tujuan saya?
Saya tau, kata lelaki Muslim menjawab. Dia melanjutkan “saya kesini bermaksud untuk menemani Anda sebentar diperjalanan ini. karena saya mendengar Rasul saw bersabda : “ketika dua orang dalam satu perjalanan berjalan bersama dan berdiskusi bersama, maka satu sama lain memiliki hak dari teman seperjalanannya.”  Sekarang Anda memiliki hak atas saya dan oleh karena itu dengan adanya hak tersebut, merupakan kewajiban saya untuk  menemani anda di perjalanan ini meskipun hanya beberapa langkah lagi. Dan setelah menuaikan kewajiban itu,  saya akan kembali ke jalan saya untuk melanjutkan perjalanan menuju Kufah.
Ahli Kitab dengan keheranan berkata : “Dia! Nabi kalian bisa sejauh ini memiliki pengaruh dan kekuatan di tengah masyarakat dan dengan waktu yang singkat Agamanya menyebar di  bumi ini, pasti ini tidak lepas dari akhlak beliau yang mulia seperti yang engkau tunjukan sekarang.”
Rasa heran dan pujian lelaki Ahli Kitab ini sedemikian rupa sampai baginya jelas bahwa teman seperjalanan muslimnya itu merupakan Khalifah waktu itu yaitu Ali bin Abi Thalib kw. Bebearapa waktu kemudian  orang tersebut menjadi Muslim dan dia termasuk mukmin yang penuh pengorbanan dan menjadi salah satu sahabat dekat Amirul Mukminin kw. 

Dikutip dari Dastan e Rastan/ cerita hikmah karya Syahid Muthahhari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar