Setelah kita
mengetahui bahwa penanaman akhlak bagi anggota masyarakat merupakan salah satu
cara untuk menuju masyarakat yang ideal dan pondasi akhlak yang kuat dari
setiap individu masyarakat memiliki peran penting untuk merealisasikan hal
tersebut. Maka berdasarkan hal itu, kini saya akan membahas tentang hal-hal
yang dianjurkan dalam hidup bermasyarakat berdasarkan syariat Islam dan yang sudah di contohkan
oleh Nabi kita semua Muhammad saw.
Karena beliau merupakan panutan dan suri tauladan
sempurna bagi kita semuanya.
Allah swt
Berfirman :
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasul Suri Tauladan yang baik
bagimu, (yaitu) bagi hamba yang mengharap (Rahmat) Allah dan (kedatangan) Hari
Akhir dan mereka banyak berdzikir mengingat Allah swt.” (al Ahzab : 21)
Dalam kehidupan
masyarakat ini, setiap orang memiliki hak dan kewajibannya masing-masing dan syariat Islam yang dibawa oleh Nabi memiliki tujuan supaya setiap orang
mengetahui kewajiban masing-masing terhadap hak sesamanya sehingga hak setiap
orang terjaga dan ini merupakan hal yang pokok yang menjadi perhatian
Rasululloh saw dalam kehidupan bermasyarakat. Berkaitan dengan bagaimana kita
hidup dalam bermasyarakat dan bagaimana kita membentuk ikatan dalam setiap
anggota masyarakat, Islam telah mengajarkannya kepada kita dengan sempurna.
Berbeda dengan
kehidupan barat, kandungan Agama memiliki pondasi yang kuat ditengah masyarakat
dalam keterikatan, keakraban, tolong menolong dan keselarasan dalam hidup
setiap individu. Seorang Muslim harus hidup dalam ruang lingkup syariat Islam
dan terus beusaha untuk menanamkan ketentuan-ketentuan syariat dalam prilakunya
sehingga hidupnya memiliki nilai karena selaras dengan tauladan alam Nabi
Muhammad saw. Beberapa hal penting yang akan saya bahas pada kesempatan kali
ini adalah mengenal dan menjaga hak-hak orang lain. Sebagaimana telah kita
singgung sebelumnya bahwa setiap individu masyarakat memiliki hak dan kewajiban
masing-masing yang harus dijaga sehingga menciptakan keselarasan dan kenyamanan
dalam hidup.
Mengenal hak
orang lain dan menjaganya akan menghapus masalah-masalah sosial yang menganggu
kenyamanan dalam bermasyarakat. Terdapat banyak sekali riwayat yang menyatakan
hak dan kewajiban sesama manusia yang semua itu telah dibahas dalam kitab Risalatul
Huquq dari Imam Ali Zainal Abidin yang merupakan Cucu Rasulullah saw namun
disini akan saya bahas beberapa diantaranya yang terdapat dalam hadits-hadits
Rasululloh saw.
1. Perhatikan Sikap Kita terhadap orang lain
Rasul saw
bersabda : setiap hal yang kau sukai dari orang lain, maka lakukan juga
terhadap orang lain. Dan apa yang kamu tidak sukai dari orang lain, maka
jauhilah untuk melakukan terhadap orang lain.
Memang
mengatakan hal ini cukup mudah namun dalm melaksanakannya diperlukan
kesungguhan yang kuat dalam diri, karena ini merupakan hak paling dasar dan
paling penting yang harus kita perhatikan.
2.
Menjaga tangan dan
lisan
Rasul
Bersabda : “seorang Muslim adalah ketika orang lain merasa aman dari lisan dan
tangannya.”
Artinya
kita harus menjaga lisan kita dan tangan kita dari mendzalimi orang lain,
sehingga orang lain merasa nyaman dan aman ketika hidup berdampingan dengan
kita. Seperti kita tahu bahwa ketika seseorang tidak bisa mengendalikan kedua
hal tersebut, maka bisa dibayangkan
kerusakan apa yang akan diciptakan. Terutama lisan, dimana dalam hal ini para
ulama sangat memberikan perhatian dalam hal menjaga lisan dan mereka mengatakan
bahwa terdapat ratusan dosa yang berbeda yang terdapat pada lisan kecil ini
ketika kita tidak mampu menjaganya (bisa dirujuk ke kitab yang khusus membahas
dosa lisan). Sepeti yang telah disabdakan Rasul “lisan itu bentuknya
kecil namun akibat yang ditimbulkannya sangat besar.”
3.
Tawadhu
Setiap
Muslim harus rendah hati di antara muslim lainnya dan menjauhi takabbur atau
berbuat sombong yang dengannya setan di usir dari rahmat Allah swt, karna dalam
riwayat dikatakan bahwa Takabur adalah pakaian kebesaran Allah swt yang tidak
memiliki hak untuk memakai pakaian kebesaran-Nya / sombong kecuali Allah swt
tertuma manusia yang hina seperti kita ini. Mudahmudahan kita dijauhkan dari
sifat tercela ini.
4.
Selektif dalam
menerima kabar
Jangan
mendengarkan dan jangan menghiraukan setiap omongan yang ditujukan untuk
menghina dan merendahkan Islam atau Muslimin dan jangan menerima setiap kabar
yang ditujukan oleh orang fasiq atau munafik yang ditujukan untuk menghancurkan
Islam sperti yang telah Kita bahas sebelumnya.
Selain
itu, kita pun harus menjaga aib orang lain terutama aib sesama muslim yang jika
kita menyebarkannya akan menjatuhkan derajat dan kehormatannya dihadapan
masyarakat. dalam hadits dikatakan “wahai muslimin, barang siapa yang
mengaku muslim dengan lisannya namun hatinya masih belum, jangan mencari tahu
aib dan kesalahan muslim lainnya. Karena barang siapa yang melakukan hal
tersebut, maka Allah akan membuka aibnya dan barang siapa yang aibnya dibuka
oleh Allah swt maka kehormatannya akan jatuh.”
5.
Memenuhi dan
melaksanakan janji
Penuhilah dan laksanakanlah janji yang telah di buat dan hindarilah ingkar janji, dalam
Riwayat dari Imam Ali Zainal Abidin as Sajjad beliau berkata barang siapa yang
berjanji tapi dia mengingkarinya maka dia adalah seorang munafik disamping itu Rasulullah
saw bersabda : “barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir
maka penuhilah janji.”
6. Terakhir membantu meringankan
beban orang lain dengan apa yang kita punya baik itu tenaga, pikiran ataupun
harta kita sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Dalam riwayat dikatakan
bahwa meringankan beban orang lain memiliki pahala lebih banyak dari pada
Shalat, Puasa, Haji dan Thowaf.
Itulah
hal-hal yang harus kita ketahui dan kita perhatikan pengmalannya sehingga kita
bisa menjaga hak-hak orang lain dan hidup dalam ketentraman. Sebenarnya masih
banyak hak-hak yang harus kita ketahui dalam hidup bermasyarakat, seperti
salaing berkunjung, menjaga kehormatan sesame, menutupi aib dan seterusnya dan
Anda bisa merujuknya kepada kitab Risalatul Huquuq Imam Ali Zainal Abidin atau
kitab-kitab akhlak yang muktabar lainnya untuk mendapatkan penjelasan yang
lebih terperinci.
Wallohu
A’lam…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar