apa kabar semuanya? mudah-mudahan semuanya senantiasa dalam keberkahan dan kebahagiaan. kali ini saya akan membagikan kepada kalian sebuah berita yang akan membuat kalian bangga menjadi orang Indonesia. dan ini saya dapatkan kemarin ketika 'bermesraan' dengan mobile saya untuk mengisi waktu kosong ketika menunggu dosen yang belum kunjung datang juga. hehe
Sudah menjadi kebiasaa saya ketika memiliki waktu senggang untuk untuk menggunakan mobile kesayangan saya, dan kalian juga pasti seperti saya yang tidak lepas dari yang namanya mobile untuk mengisi kekosongan ataupun kejenuhan. hehe karena di zaman yang penuh dengan keajaiban teknologi ini kita tidak boleh ketinggalan atau biasa orang menyebutnya gaptek alias gagap teknologi.
sob, tadi saya menyinggung tentang berita yang akan membuat kalian bangga pada indonesia, bagai mana tidak, Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbanyak didunia sekarang lagi hangat-hangatnya jadi perbincangan dunia dan banyak negara-negara didunia meminta kerjasama pendidikan bagi para akademisi Islam dan Penghafal al-Quran.
Ini menjadi penghias wajah Indonesia didunia dan Islam pada khususnya, dan di Indonesia sekarang ini sedang gencar-gencarnya mencetak generasi penghafal al-Quran, inilah Indonesia yang menjadi kebanggaan kita dan Rasululloh saw. dan di berita kali ini menyebutkan bahwa Indonesia akan mengirim 10.000 hafidz (penghafal) al-Quran untuk mendapatkan pendidikan beasiswa di luar negeri. Apakah kalian ingin jadi salah satu diantara mereka?
untuk lebih jelasnya kita simak beritanya, berita ini saya kutip dari www.dream.co.id.
Dream - Minat dunia terhadap kajian Islam di Indonesia ternyata sangat tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya permintaan kerjasama pendidikan yang ditujukan bagi akademisi kajian Islam dan para penghapal (hafiz) Alquran.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Indonesia memiliki potensi besar menjadi kiblat kajian Islam. Hal ini mengingat banyaknya perguruan tinggi Islam yang mencapai 686 perguruan tinggi.
"Bandingkan dengan Mesir misalnya, mereka bahkan jumlah Perguruan Tinggi (PT)-nya kurang dari 60 PT, atau Saudi Arabia yang hanya mempunyai 60-70 PT. Atau bandingkan dengan Australia yang hanya mempunyai 50-an PT. Tidak sepadan dengan Malaysia yang hanya mempunyai 14 PTN dan 21 PTS. Lihatlah, bandingkanlah, betapa luar biasanya kita,” ujar Lukman dikutip dari laman resmi Kemenag.go.id, Selasa, 10 Maret 2015.
Lukman menerangkan hal ini menjadi potensi bagi Indonesia untuk menjadi pusat peradaban Islam dunia. Bahkan, katanya, saat ini Indonesia menjadi rujukan bagi negara-negara tetangga dalam melihat bagaimana Islam yang sebenarnya.
"Banyak kalangan melihat, melihat Islam, itu melihat Indonesia. Dan hal ini sekaligus membawa konsekuensi serius bagi Bangsa ini untuk menata diri. Dan untuk itulah, program ini dilaksanakan," katanya.
Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamarudin Amin mengatakan pemerintah telah memberi perhatian serius terhadap pengembangan kajian Islam. Hal itu dilakukan dengan membentuk program 5.000 doktor dan 10.000 santri hafiz Alquran untuk belajar di luar negeri.
"Program ini mendapat sambutan internasional. Banyak sekali kedutaan besar negara-negara sahabat meminta resitasi dan sebagian mengajak kerja sama, bahkan membantu agar program ini berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Amin.
Amin mengatakan sejumlah pimpinan universitas di beberapa negara telah menyatakan minat mereka dengan menawarkan kerjasama berupa beasiswa pendidikan. Tawaran itu datang dari sejumlah negara seperti Jepang, Kanada, Amerika Serikat, Australia, Jerman, Saudi Arabia, Turki, Belanda, Maroko.
Tawaran ini merupakan peluang untuk pengembangan kajian Islam di Indonesia. Sehingga diharapkan kajian Islam di Tanah Air dapat semakin maju.
"Insya Allah ke depan, Indonesia akan menjadi salah satu pusat peradaban Islam dan sebagai lokomotif utama, pendidikan Islam harus berubah menjadi lebih baik," katanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar