Rabu, 11 Maret 2015

Membentuk Masyarakat Ideal 1


يأيهالنّاس إنّا جعلنكم من ذكر وأنسى وجعلناكم شعوباوقبائل لتعارفوا ... (الحجرات : ١٣)
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menjadikan kamu dari seorang laki-lki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal…”
Dalam Q.S Al Hujurat ayat 13 ini Allah mengisyaratkan bahwa Allah menciptakan manusia berbeda-beda, dimulai dari tempat ia tinggal, bakatnya, kemampuan fisiknya, kemampuan spiritualnya dan emosionalnya. Allah menjadikan sebagian manusia unggul atas sebagian yang lain dalam hal tertentu
sementara sebagian yang lainnya itu sering unggul dalam hal-hal lainnya. Maka semua manusia saling bergantung satu sama lainnya untuk mengisi kekurangannya dan membutuhkan kelebihan yang orang lain miliki sehingga ada hasrat untuk saling mengenal dan saling bekerja sama.
Dengan demikian, kehidupan soaial merupakan kebutuhan manusia dalam kehidupannya untuk mencapai kebahagiaan maka terbentuklah suatu komunitas atau kumpulan individu yang saling membutuhkan tersebut. Komunitas ini disebut Masyarakat yang tersebar diberbagai wilayah di belahan bumi ini. Setiap masyarakat dalam satu wilayah memiliki pandangn khusus, pola pikir yang khusus, dan standar yang khusus pula. Hal itu semata-mata diciptakan untuk mencapai tujuan bersama untuk menjadi masyarakat yang teratur dan Ideal yaitu suatu tatanan masyarakat yang memberikan kenyamanan, keamanan dan ketentraman.
Banyak nilai-nilai yang harus diperjuangkan untuk menciptakan masyarakat yang ideal, dan masyarakat yang menjadi faktor ketenangan dan kenyamanan insan yang termasuk didalamnya sebagai anggota masyarakat. Nilai terpenting dalam membentuk masyarakat tersebut adalah penanaman akhlaq pada setiap individunya. Seperti dalam hadits ketika Rasul saw bersabda : ‘Tidaklah aku diutus kecuali untuk menyempurnakan Akhlak yang Mulia,” hadits ini menegaskan bahwa kehidupan berakhlak memiliki peran penting untuk menuju kebahagiaan setiap individu maupun masyarakat.
Seperti yang sudah diketahui bahwa setiap masyarakat di suatu wilayah memiliki adat berbeda yang mengikat dan mempengaruhi karakter seseorang. Dengan adanya perbedaan adat, pandangan dan pola pikir yang menyebabkan nilai moral masyarakat yang satu dengan yang lainnya terdapat beberapa perbedaan. Seperti fenomena-fenomena yang kita lihat dalam kehidupan sehari-hari seperti suatu kebiasaan yang kita anggap baik namun ketika kita pergi ke suatu tempat yang lain maka hal tersebut tidak baik dan seterusnya. Untuk menyikapi perbedaan itu, disini setiap agama dan khususnya Islam memberi cakupan umum tentang nilai moral suatu masyarakat yang universal sehingga diterima semua masyarakat di dunia ini. Hal ini memberikan keselarasan dan aturan yang jelas bagi setiap insan dan menyeluruh berkaitan dengan akhlaq dalam bermasyarakat.
Akhlaq mulia memiliki pengaruh terhadap tegaknya sebuah tatanan masyarakat karena akhlak mulia adalah dasar ditegakannya perintah Allah swt. Sebaliknya akhlaq yang tercela adalah penyebab hancurnya masyarakat yang telah terbentuk, karena setiap manusia memiliki keinginan dan ambisi yang berbeda. Jika jiwa dihiasi dengan Akhlak yang mulia maka tidak diragukan dia akan mengagungkan Syi’ar-syi’ar Allah dan komitmen dijalan-Nya.
Akhlaq manusia memiliki derajat tertinggi dan sangat baik bagi kehidupan pribadi, masyarakat ataupun agama. Dan ketika sebuah masyarakat memiliki pondasi akhlak yang kuat yang tertanam dalam setiap individu masyarakat, maka akan tercipta masyarakat yang ideal yang memberikan kebahaian, kenyamanan dan ketentraman bagi setiap anggotanya.  Pada dasarnya setiap manusia memiliki pengetahuan dan bisa menilai tentang baik-dan buruknya sesuatu, karna itu muncul dari fitrah kita sebagai manusia yang cinta akan kebaikan.
Namun disini Islam memberikan perintah (syariat) yang merupakan tolok ukur dalam bagaimana kita berprilaku dan berakhlak yang dengannya tidak ada hak-hak orang lain ataupun kewajiban kita yang terlewat ketika kita bergaul dengan sesama manusia. Dan beberapa diantaranya akan kita bahas di kesempatan berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar