Siapa yang tidak mengenal yang
namanya batu aqiq, dari mulai anak-anak sampai orang tua, laki-laki perempuan
semua tau apa itu batu aqiq. Mereka percaya bahwa batu aqiq memiliki kelebihan
atau keutamaan “yang Ghaib” dibandingkan batu-batu yang lain.
Memang sekarang batu aqiq sangat
digandrungi oleh khalayak Masyarakat, mereka memakai batu tersebut dengan
menyematkannya ke cincin, kalung dll. Aqiq pun kini memiliki Nilai setara dengan
perhiasan-prhiasan pada umumnya.
Oleh karena itu, batu ini pun menjadi daya
tarik tersendiridan memiliki nilai bisnis yang menjanjikan bagi para investor
atau pelaku bisnis. Namun sayangnya sebagian individu memanfaatkan keadaan seperti
ini dengan melakukan jalan pintas untuk mendapatkan keuntungan yang besar dari
batu ini. Mereka menipu para pecinta batu aqiq ini dengan batu-batu biasa atau
campuran.
Fenomena-fenomena seperti ini
memang sudah biasa terjadi mengingat dunia ini terdapat individu-individu yang
memiliki pandangan yang beraneka ragam terhadap sesuatu yang baik ataupun yang
buruk. Namun lepas dari itu semua tahukah Anda kenapa banyak orang yang
menggandrungi batu aqiq sedemikian rupa sampai mereka rela merogoh kocek
dalam-dalam untuk membelinya ataupun mengkoleksinya? Apa yang menjadi daya
tarik dari batu ini?
Jawabannya ada pada kepercayaan
banyak masyarakat terhadap batu ini yang merupakan warisan nenek moyang mereka yang mengatakan tentang
hal-hal ghaib tentang batu tersebut (Khurafat/Takhayul) dan ada juga orang-orang
yang menyandarkannya kepada hadits dan riwayat yang menyatakan kemuliaan batu
ini.
Mereka yang memiliki kepercayaan
turun temurun dari nenek moyang tentang batu ini mengatakan bahwa batu ini
memiliki kekuatan ghaib dan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pemakainya
seperti mendapatkan kekayaan, jodoh, menjaga harta, jiwa dan lainnya. Dan
inilah salah satu yang menjadi alas an kuat kenapa mereka rela berkorban harta untuk
memilikinya.
Adapun mereka yang mendapat kabar
kemuliaan batu ini dari riwayat mengatakan bahwa Nabi Muhammad saw, Keluarga
dan Sahabat beliau senantiasa memakai batu ini dalam ibadah dan keseharian
mereka dan Nabi pun dalam banyak hadits menganjurkan bagi para Ummatnya untuk
memakainya dalam ibadah maupun kehidupan sehari-hari dan mengatakan bahwa
dengan memakai batu ini nilai dan kwalitas ibadah akan bertambah, selain itu
juga batu ini memiliki manfaat bisa menjaga pemakainya dari bencana, batu itu
bertasbih buat pemakainya dll.
Salah satu riwayat mengatakan
bahwa Rasul saw bersabda :”Barang siapa memakai cincin aqia, Allah swt
memberikan keamanan pada setiap pekerjaannya dan keimanannya.” Dan dalam
riwayat lain beliau bersabda :”Pakailah cincin aqiq yang memiliki keberkahan
bagi pemakainya dan menjaganya dari marabahaya.” Dan banyak lagi riwayat yang
mengatakn tentang manfaat bagi pemakainya diantaranya : untuk menambah
keberkahan rizki, menjaga untuk selalu dalam kebaikan dan Allah swt lebih
senang seorang hamba beribadah dengan batu Aqiq berada di jarinya….
Dalam hal ini terdapat sedikit
kesamaan dalam hal manfaat dan keutamaan memakai batu aqiq ini berdasarkan
riwayat maupun khurafat yang beredar di masyarakat sekitar. Namun perlu digaris
bawahi dan harus kita ketahui sebuah kepercayaan yang berdasarkan sesuatu yang
berlawanan dengan syariat “kepercayaan pada khurafat dan takhayul” adalah hal
yang perlu kita perbaiki dalam aqidah yang kita pegang sebagai penganut agama
Islam. Dan ketika kita menemukan anjuran atau berita yang bersambung kepada
Nabi saw maka itu menjadi sandaran yang harus kita utamakan disbanding yang
lainnya. Dan sebaliknya jika kita berpaling dari Rasul saw maka kita telah
melepaskan diri kita dalam lingkaran
hidayah Allah swt. Na’udzu billah.
Terakhir penulis persembahkan
sebuah doa yang dianjurkan Rasul saw dan keluarganya ketika memakai batu
tersebut. Dalam sebuah riwayat dikatakan :”Barang siapa di pagi hari memakai
cincin aqiq sebelum seseorang melihatnya dan membaca surah Al-Qadr sampai akhir
kemudian membaca :
آمنت بالله وحده لا شريك له وكفرت بالجبت
والطَاغوت وآمنت بسرَ آل محمَد وعلانيتهم و ظاهرهم و باطنهم و أوَلهم و آخرهم
amantu billah wahdahu laa syariika lah(u) wa
kafartu bil jibti wat thoguti wa aamantu bisiri Aali Muhammadin wa
‘alaniyatihim wa dzohirihim wa bathinihim wa awwalihim wa akhirihim. Maka Allah swt pada hari itu menjaganya dari
segala keburukan yang di langit dan di bumi dan dia berada dalam lindungan
Allah swt dan para wali-Nya sampai malam hari. (al Amnu Man Ahdhorol Asfar wal Azman, hal. 52)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar