Rabu, 04 Maret 2015

Batu Aqiq : Antara Riwayat dan Khurafat


Siapa yang tidak mengenal yang namanya batu aqiq, dari mulai anak-anak sampai orang tua, laki-laki perempuan semua tau apa itu batu aqiq. Mereka percaya bahwa batu aqiq memiliki kelebihan atau keutamaan “yang Ghaib” dibandingkan batu-batu yang lain.
Memang sekarang batu aqiq sangat digandrungi oleh khalayak Masyarakat, mereka memakai batu tersebut dengan menyematkannya ke cincin, kalung dll. Aqiq pun kini memiliki Nilai setara dengan perhiasan-prhiasan pada umumnya.
Oleh karena itu, batu ini pun menjadi daya tarik tersendiridan memiliki nilai bisnis yang menjanjikan bagi para investor atau pelaku bisnis. Namun sayangnya sebagian individu memanfaatkan keadaan seperti ini dengan melakukan jalan pintas untuk mendapatkan keuntungan yang besar dari batu ini. Mereka menipu para pecinta batu aqiq ini dengan batu-batu biasa atau campuran.
Fenomena-fenomena seperti ini memang sudah biasa terjadi mengingat dunia ini terdapat individu-individu yang memiliki pandangan yang beraneka ragam terhadap sesuatu yang baik ataupun yang buruk. Namun lepas dari itu semua tahukah Anda kenapa banyak orang yang menggandrungi batu aqiq sedemikian rupa sampai mereka rela merogoh kocek dalam-dalam untuk membelinya ataupun mengkoleksinya? Apa yang menjadi daya tarik dari batu ini?
Jawabannya ada pada kepercayaan banyak masyarakat terhadap batu ini yang merupakan warisan nenek moyang mereka yang mengatakan tentang hal-hal ghaib tentang batu tersebut (Khurafat/Takhayul) dan ada juga orang-orang yang menyandarkannya kepada hadits dan riwayat yang menyatakan kemuliaan batu ini.
Mereka yang memiliki kepercayaan turun temurun dari nenek moyang tentang batu ini mengatakan bahwa batu ini memiliki kekuatan ghaib dan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pemakainya seperti mendapatkan kekayaan, jodoh, menjaga harta, jiwa dan lainnya. Dan inilah salah satu yang menjadi alas an kuat kenapa mereka rela berkorban harta untuk memilikinya.
Adapun mereka yang mendapat kabar kemuliaan batu ini dari riwayat mengatakan bahwa Nabi Muhammad saw, Keluarga dan Sahabat beliau senantiasa memakai batu ini dalam ibadah dan keseharian mereka dan Nabi pun dalam banyak hadits menganjurkan bagi para Ummatnya untuk memakainya dalam ibadah maupun kehidupan sehari-hari dan mengatakan bahwa dengan memakai batu ini nilai dan kwalitas ibadah akan bertambah, selain itu juga batu ini memiliki manfaat bisa menjaga pemakainya dari bencana, batu itu bertasbih buat pemakainya dll.
Salah satu riwayat mengatakan bahwa Rasul saw bersabda :”Barang siapa memakai cincin aqia, Allah swt memberikan keamanan pada setiap pekerjaannya dan keimanannya.” Dan dalam riwayat lain beliau bersabda :”Pakailah cincin aqiq yang memiliki keberkahan bagi pemakainya dan menjaganya dari marabahaya.” Dan banyak lagi riwayat yang mengatakn tentang manfaat bagi pemakainya diantaranya : untuk menambah keberkahan rizki, menjaga untuk selalu dalam kebaikan dan Allah swt lebih senang seorang hamba beribadah dengan batu Aqiq berada di jarinya….
Dalam hal ini terdapat sedikit kesamaan dalam hal manfaat dan keutamaan memakai batu aqiq ini berdasarkan riwayat maupun khurafat yang beredar di masyarakat sekitar. Namun perlu digaris bawahi dan harus kita ketahui sebuah kepercayaan yang berdasarkan sesuatu yang berlawanan dengan syariat “kepercayaan pada khurafat dan takhayul” adalah hal yang perlu kita perbaiki dalam aqidah yang kita pegang sebagai penganut agama Islam. Dan ketika kita menemukan anjuran atau berita yang bersambung kepada Nabi saw maka itu menjadi sandaran yang harus kita utamakan disbanding yang lainnya. Dan sebaliknya jika kita berpaling dari Rasul saw maka kita telah melepaskan  diri kita dalam lingkaran hidayah Allah swt. Na’udzu billah.
Terakhir penulis persembahkan sebuah doa yang dianjurkan Rasul saw dan keluarganya ketika memakai batu tersebut. Dalam sebuah riwayat dikatakan :”Barang siapa di pagi hari memakai cincin aqiq sebelum seseorang melihatnya dan membaca surah Al-Qadr sampai akhir kemudian membaca :
آمنت بالله وحده لا شريك له وكفرت بالجبت والطَاغوت وآمنت بسرَ آل محمَد وعلانيتهم و ظاهرهم و باطنهم و أوَلهم و آخرهم
amantu billah wahdahu laa syariika lah(u) wa kafartu bil jibti wat thoguti wa aamantu bisiri Aali Muhammadin wa ‘alaniyatihim wa dzohirihim wa bathinihim wa awwalihim wa akhirihim. Maka Allah swt pada hari itu menjaganya dari segala keburukan yang di langit dan di bumi dan dia berada dalam lindungan Allah swt dan para wali-Nya sampai malam hari. (al Amnu Man Ahdhorol Asfar wal Azman, hal. 52)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar